Belajar CMS
Tempat sharing ilmu CMS bersama
Google
 

Apa itu Moodle

Posted In: , , , . By abudiyono

Moodle adalah salah satu CMS yang mengkhususkan diri untuk pembelajaran jarak jauh (eLearning), moodle lumayan mempunyai nama didunia CMS untuk elearning.

Kata Moodle adalah singkatan dari Modular Object-Oriented Dynamic Learning Environment. Moodle sebagai eLeaning CMS atau sering juga disebut Learning Management Systems (LMS) atau Virtual Learning Environments (VLE) sebuah aplikasi yang dibuat untuk membantu pelaksanaan belajar secara virtual.


Selain Moodle di dunia LMS dikenal juga Atutor yang akan coba kita pelajari juga diblog ini. keduanya merupakan LMS yang opensouce, dibawah GNU publlic.selain itu Moodle juga mendapat support dari Moodle langsung

Moodle dapat diintalls dengan mudah, asalkan di komputer sudah berjalan PHP dan MySql tinggal klik-klik dan BOOM.. terintal Moodle di PC anda. Karena dikembangakan menggunakan PHP dan MySQL maka Moodle bisa jalan lintas platform, artinya anda bisa intalls Moodle di Windows, Linux, Mac, BSD dan lain-lainya.

 

Apa itu Joomla

Posted In: , , , . By abudiyono

Joomla adalah salah satu CMS Opensource yang didesain untuk digunakan dimulti scope. mulai dari yang sederhana sampai yang komplek, bahkan sampai ke level corporate. joomla mudah dalam pengintallan, sederhanda dalam memanage dan reliable.

Joomla adalah pemenang untuk kategori CMS, yang mana akan membantu kita dalam membuat website atau aplikasi online lainya. lebih dari Joomla adalah aplikasi yang opensource gratis yang didesain untuk kita semua.

Joomla digunakan diseluruh dunia, diantaranya Joomla digunakan untuk :
  • Corporate websites or portals
  • Online commerce
  • Small business websites
  • Non-profit and organizational websites
  • Government applications
  • Corporate intranets and extranets
  • School and church websites
  • Personal or family homepages
  • Community-based portals
  • Magazines and newspapers
  • the possibilities are limitless…

Joomla dapat dengan mudah dirawat, mulai dari penambahan content, update katalok produk atau pemesanannya. asalkan anda sudah terbiasa dengan word maka anda tidak akan kesusahan dalam menjalankan Joomla ini.

Joomla didesain untuk mudah di install, bahkan oleh orang yang bukan programmer. kebanyakan orang tidak kesusahan dalam mendapatkan Joomla dan menjalankannya, serta banyaknya support komunitas. Komunitas Joomla lebih dari 40.000 baik yang sebagai pengguna ataupun developernya.

Banyak sekali komponen, modul atau ektensi yang dibuat untuk bisa jalan di Joomla ini.
mulai dari toko online, raport sekolah, berita, kalender, forum dan masih banyak lagi..
so mari kita belajar Joomla bersama!

 

Memulai CMS dengan XAMPP

Posted In: , , . By abudiyono

Kebetulan semua CMS yang akan kita bahas disini berbasis Opensource semua, karena memang salah satu tujuan ini adalah untuk belajar yang gratis dan mudah. karena semua CMS yang kita bahas disini berbasis PHP, dan sebagai mana telah diketahui bersama untuk menjalankan PHP membutuhkan server. maka kita juga akan menggunakan server yang opensource juga yaitu Apache.

Apache adalah server yang paling poluler saat ini. sangat kompetibel dengan PHP, dan pada kenyataanya server yang digunakan diseluruh dunia, apache menempati urutan paling atas. selain membutuhkan apache sebagai server, PHP juga membutuhkan database agar CMS berjalan dengan dinamis dan semua tersimpan dengan terartur, maka MySQL lah yang kebanyakan digunakan dalam CMS tersebut.

Awalnya, bagi sebagian orang menggabungkan PHP, Apache, MySQL bukanlah sesuatu yang mudah. karena memang membutuhkan beberapa pengeditan disintaknya. itulah salah satu yang menyebabkan CMS agak susah dipelajari. tapi hal itu tidak berlaku untuk sekarang. XAMPP adalah satu contohnya.

XAMPP adalah PHP bundle yang didalamnya sudah ada Apache, MySQL dan beberapa aplikasi yang mungkin dibutuhkan dalam mengembangkan aplikasi berbasis web. antara lain filezilla, Mysql admin dan lain-lainya. XAMPP sangat mudah dalam penginstallnya, seperti aplikasi lainnya tinggal next-next aja, atau tinggal ekstrak saja tergantung di sistem operasi apa yang digunakan. XAMPP bisa didownload di sini :

setelah download cobalah install dengan next-next saja. begitu selesai mengintall bacalah manualnya, setelah itu, intall di htdocs CMS yang anda pilih.

 

Fungsi CMS

Posted In: , , . By rohmah

Dari pengertian CMS belumnya, lebih lanjut fungsi CMS dapat di break down sebagai berikut:

1. Content Making

Pembuatan content dilngkungan CMS adalah mudah, karena bisa dilakukan oleh siapapun tanpa harus mengetahui dasar HTML. Kebanyakan CMS sekarang penulisan contentnya dikembangkan dilingkungan berbasis web, dengan implementasi yang lebih sederhana serta mengijinkan untuk diupdate tanpa harus meghapus dulu.



2. Content Management

Satu halaman telah dibuat, maka CMS akan menyimpan halaman tersebut pada tempat penyimpananya. Semuanya disimpan dengan link yang terkait. Pusat penyimpanan juga menyediakan fasilitas untuk mengelola content dengan metode :

· menjaga traking semua content sehingga bisa mengerahui siapa merubah dan kapan.

· Memastikan masing-masing user hanya punya privasi sesuai dengan haknya.

· Mengitegrasikan dengan system sesuai dengan spesifik kontent tersebut.

Yang paling penting ada masalah workflow capability. Sebagai contoh : bila ada content masuk yang dutullis oleh seseorang maka content tersebut tidak akan langsung dipublikasikan melainkan statusnya akan pending, sampai akirnya di review oleh administrator atau yang diberi hal untuk ini dan tergantung langkah administrator selanjutnya. Kalo di approve baik dengan diedit terlebih dahulu atau tanpa pengeditan, maka setelah itu content tersebut baru bisa dibaca oleh visitor.

3. Publication

Setelah atikel di terima oleh admin dan direview, tentunya disini admin atau user lain yang biberi privelege juga berhak untuk mengedit kali dirasa semua sudah sesuai selanjutnya artikel tersebut akan diapprove maka secara otamatis akan dipublikasikan sesuai dengan kategorinya.

4. Presentation

CMS dapat juga menyediakan penomeran atau berdasar tanggal untuk memindah kualitas dan efektifitas dirinya. Sebagai contoh CMS akan membangun navigasi buat kita dengan membaca struktur pengeluaran yang urut dari content yang teleh disimpanya. Sehingga akan membantu dalam mempresentasikan


 

Kalo sudah ngerti apa itu CMS, sekarang kita perlu tahu apa saja sih komponen pembangun CMS? Simak nih, soale agak panjang nih, biar bener2 paham
a.
Template dan component

Penggunaan template dalam sebuah CMS adalah penting. Selanjutya, template adalah sebuah wadah yang memungkinkan kita untuk mengatur tampilan dan tata letak berbagai kompoen desain. Karena halaman situs utama terjadi dalam format HTML, maka template harus bisa menampung berbagai tag standar HTML. Salain tag HTML untuk mengakomodasi berbagai jenis dan bentuk tampilan content yang dikelola, kita dapat mendifinisikan berbagai tier dah jensi komponen desain.


Jenis-jenis komponen desain bisa sangat beragam, bergantung pada hasil analisi salam mengidentifikasi kebutuhan dan struktur content yang kita kelola. Beberapa komponen yang umum dijumpai, misalnya komponen navigasi, hyperlink, komponen data, dan lain-lain. Memang, tidak ada standar yang pasti, karena ini menyangkut s eni tentang bagaimana menyusun puzzle yang membentuk gambaran keseluruhan content dan desain yang dikelola.

b. Konstruksi content

Berbisara masalah content adalah perlunya memperjelas jenis-jenis content yang akan dikelola olah suatu sistem. Sedapat mungkin kita membuat pengelompokan jenis-jenis content berdasarkan nilai fungsinya, sehingga bisa ditelusuri dari desain tampilan halaman web tersebut. Pada desain-desain tersebut, seharusnya sudah bisa terlihat jenis-jenis content yang dimaksud. Misalnya ada bagian berita, artikel perusahaan atau institusi , laporan perusahaan dan mungkin juga produk layaan perusahaan.

Untuk memaksimalkan penggunaan kembali content tersebut, sebisa mungkin kita merancang struktur content yang fleksibel.

c. Management file

Sebagai salah satu bentuk multimedia, sebuah halaman web umumnya memuat file-file dengan format tertentu yang bisa diacu dari tag-tag HTML. Beberapa diantaranya meliputi gambar, audio, vidiu, animasi, dokumen, manual, laporan, dan sebagainya. Utuk memudahkan akses dan penggunaan file-file tersebut. Kita perlu mengelolanya, layaknya sebuah kepustakaan. Kita mungkin perlu membuat semacam katalog dan juga metadata untuk lebih memudahkan pecarian file-file yang dimaksud.

Jika sistem dirancang untuk mengenarate halaman web, maka file-file hasil generate ini harus pula dikelola dengan manajeman terpisah. Apabila production server halaman web ditempatkan terpisan dari administration server secara offline, maka perlu dibuat mekanisme sinkronisasi antara halaman situs hasil generate, dengan halaman situs pada production serber yang secara langsung diaksis oleh visitor

d. Form builder

kita perlu menabahkan fungsi form builder sebagai salah satu fasilitas interaktif antara visitor engan sistem. Fasilitas ini bisa digunakan oleh administrator untuk merancang tamkpilan form pada halaman situs internet. Pertimbangakan pula tingkat fleksibilitas form builder untuk mengakomodasi berbagai bentuk, jenis, dan keperluan form. Idealnya, CMS memiliki fasilitas form builder menggunakan format form ytang baku maupun tampilan yang bisa di dicustomize oleh perancang form.

e. Scurity dan workflow

Kemanan menjuadi suatu isu yang cukup penting dalam sebuah CMS. CMS dirancang untuk berinteraksi dengan berbagai jenis pengguna. Baik pengguna berpa visitor, terlebih lagi pengguna berupa administrator yang perlu diatur hak aksesnya untuk memperjelas peranan dan kewenangan masing-masing kelompok pengguna. Pemilihan hak akses berdasarkan fungsi ini, biasanya dikenal dengan istilah role-based security

Selanjutnya sistem juga harus menjamin pemilihan pengguna berdasarkan hak akses terhadap content. Skema pengamanan aliran data ini bisa ditempuh dalam beberapa cara. Yang lazim digunakan salah satunya dalah dengan menggunakan workflow. sebuah content diproduksi melewati beberapa tahapan, mulai dari pernulisan awal higga dipublikasikan

Mekanisme kedua dalan pengamanan data adalah dengan pengelompokan hak akses terhadap content. Administrator, selain dikelompokan berdasarkan fungsi uang dikalikanya, juga bisa dikelompokan berdasarkan data atau content yang mereka tangani. Pengelompokan ini bisa saja didasarkan pada pembagian struktur dana suatu perusahaan, misalnya pembagian dalam departemen-depaertemen atau komite-komite. Jika perlu, pengelompokan berdasarkan struktur itu dapat pula dibentuk dalan mekanisme hierarkis, dimana level yang lebih tinggi kemiliki kewenangan terhadap konten yang dikelola oleh level yang berada di bawahnya, namun tidak sebaliknya.

Kedua jenis mekanisme pengamanan data di atas biasanya sudah cukup untuk mengatasi kebutuhan pengelolaan content oleh CMS pada umumnya. Mekanisime lain dapat pula diimplementasikan ke dalam sistem, seperti mekanisme data-sharing atau data-assignment dan lain sebagainya

f. VersiĆ³n tracking dan roolback

Sebelum menginjak tahap publikasi, content mungkikn mengalmi proses update beberapa kali karena adanya mekanisme revisi. Scope updating ini mulai dari skala struktur content hingga sistus internet. Pada hakikatnya, setiap ada perubahan dalam skala sekecil apapun, maka akan merubah status komponen dalan skala besar. Ada baiknya sistem CMS melakukan pencatatan dari setiap perubahan yang terjadi, sekecil apapun skelanya.

Dan history transaksi perubahan ini akan digunakan sebagai acuan ketika melakukan version release dari suatu situs internet. Sistem CMS sebaiknya dibekali dengn suatu mekanisme pengsipan, baik terhadap content yang sudah lawas maupun versi content yang sedang aktif. Ini penting, kerena sewaktu-waktu jika terjadi sesuatu maka mngakitkan kerusakan sistem, dapat dikakukan mekanisme roolback untuk kembali kestatus sebelumya yang masih dianggap sebegai versi yang valid. Sistem yang sudah rusak akan diganti oleh sistem sebelumnya, sehingga proses restore terhadap sistem menjadi jauh lebih mudah dan efisien

g. Extensubility

Untuk meningkatkan kemampuan situs internet yang dapat dikelola oleh CMS, perlu juga disediakan antarmuka untuk modul-madul tambahan (Add-Ons) yang bisa membongkar pasang. Jika modul-modul tambahan tersebut tidak pakai. Maka dapat dengan mudah menghilangkan modul tambahan itu dari sistem. Jika modul-modul tersebut diperlukan, yang patut dilakukan adalah memasukan atau menginstall modul tambahan tersebut ke sistem.

Dari sisi content, perluasan dapat dilakukan dengan melakukan content syndication dengan situs internet lainnuya. Caranya, dngak mengekstrak content yang disediakan oleh situs lain untuk dimasukkan menjadi bagian dari content CMS. Dengan menambahkan bagian content yang bermanfaat kedalam sistus Internet kita. Visitor pasti akan tertarik berkunjung. Informasi content yang memutakirkan dan beraneka ragam, selama masih relevan, akan memperkaya situs yang kita kelola untuk mendapatkan berbagai content yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

h. Publikasi content

Setelah menentukan format-format yang akan dihasilkan oleh CMS, kita perlu menentukan bagaimana content itu kita sajikan kepada visitor, apakah halaman web hendak degenerate menjadi physical file atau degenerate on-the-fly. Masing-masing metode menawarkan keunggulan dan kekurangan. Sebuah sistem yang baik, harus bisa mengakomodasikan keduanya untuk memaksimalkan keugulan masing-masing metode.

Kelemahan web yang di generate menjadi file stasis antara lain adalah, membutuhkan mekanisme updating yang lebih rumit, karena sering terjadi gap antara content yang telah degenerate dengan content yang data dasarnya dikelola oleh CMS. Kerumitan ini akan semakin tambah, mengigat struktur content tersebut dibangun dari komponen-komponen yang lebih kecil. Kelemahan lain yang meskipun tidak terlalu menjadi kendala untuk saat ini adalah, mengenerate file statis yang lebih besar dan memerlukan menajemen file yang handal.

Adapun keunggulan metode penyajian halaman web dengancara degenerate on-the-fly antara lain. Mekanisme updating yang relative lebih mudah. Selain itu, aspek interaktifnya bisa dikembangkan semaksimal mungkin, tanpa hambaran berarti. Sedangkan kelemahannya antara lain, pemrosesan dilakukan setiap kali ada visitor mengakses, sehingga menyita dan memakan banyak sumber daya server. Mengenerate conatent on-the-fly berarty, pada perangkat produksi (production server) harus diintall modul paket atau paket aplikasi server.

Untuk itu metode gabungan layak dipertimbangkan untuk memaksimalkan keunggulan masing-masing metode, caranya bisa dnegan memilah-milah halaman yang akan degenerate menjadi file statis, dan halaman lain adalah dengan mengenarate komponen-komponen template yang lebih kecil menjadi file statis. Lewat cara ini, proses updating hanya akan berdampak pada komponen yang relevan dengan content yang bersangkuntan, sehingga lebih mudah untuk dikelola.

Ketika akan disajikan kepada visitor, barulah komponen-komponen halaman web yang telah degenerate menjadi file statis tersebut digabungkan on-the-fly. Mekanisme yang umum dipakai adalah, dengan memanfaatkan teknologi SSI (Server Side Include) di mana sebuah halaman web dapat memanggil halaman situs lain untuk digabungkan kedalan halaman web pemanggil.

Untuk menjamin sinkronisasi antara halaman situs dengan content actual yang dikelola CMS, perlu dirancang mekanisme penjadwalan untuk mengenerate halaman web yang perlu diubah secara berkala. Selain itu, proses mengenerate halaman statis perlu dibuat seefesien mungkin, karena proses ini akan sering dijalankan bukan saja secara manual, tapi juga secara otomatis mengikuti jadwal yang telah ditentukan

i. Multi bahasa

Mempublikasikan informasi ke dunia maya, berarti menjadikan informasi untuk konsumsi lintas negara. Asumsinya bukan hanya untuk konsumsi lintas Negara. Asusmsinya bukan hanya untuk konsumsi orang dari negara tertentu saja uyang akan mengakses informasi yang disediakan, melainkan juga meraka yang mungkin menggunakan bahasa lain. Oleh kerananya, sebaiknya dari awal sistem CMS yang dirancang mengakomodasi kebutuhan penggunaan multi bahasa. Ada beberapa pendekatan untuk menyajikan informasi dalam lebih dari satu bahasa. Yakni dengan melakukan proses penterjemahan terhadap seluruh content yang disajikan. Cara lain adalah, menggunakan bahasa utama dalam situs utama sembari menyediakan situs tersendiri untuk bahasa tambahan, masing-masing memiliki keunggulan dan kelemahan, bergantung bagaimana menyesuikan metode yang dipakai dengan kebutuhan kita.

Jika fasilitas multi bahasa hanya dikhususkan untuk satu keperluan khusus atau hanya bagian tertentu dari situs yang dibangun, mungkin pendekatan multi situs lebih layak untuk dilakukan. Sedangkan jika memang dari awal situs tersebut diperuntukkan bagi visitor yang memiliki beragaman bahasa, tentu pedekatan multi bahasa menjadi metode yang lebih layak.

Dari awal, pada umumnya aplikasi CMS memang sudah menunjang fasilitas menajemen multi situs, sehingga tidak menjadi persoalan untuk mengcreate sebuah situs khusus untuk bahasa tertentu pula. Yang harus lebih diperhatikan adalah fasilitas multi bahasa. Ini berarti seluruh aspek content idealnya juga dapat disajikan dalah bahasa yang beragam. Gambar-gambar desain yang menyajikan informasi tekstual harus diterjemahkan di samaping isi content sendiri, yang pada umumnya memang sudah terbentuk tekstual. Penyajian tipe data tanggal mesti disesuaikan dengan format baku tanggal ang biasa digunakan pada masing-masing negara asal bahasa tersebut.

j. Personalisasi

Fasilitas lain yang juga perlu diperbangkan adalah, adanya fungsi-fungsi personalization yang memungkinkan sistem menyajikan meraka masing-masing. Seolah-oleh, meraka diperlakukan secara khusus dan dapat lebih mudah menggunakan situs internet sesuai kebutuhan masing-masing yang unik. Hal ini biasa dilakukan untuk lebih menarik perhatian visitor.

Ada dua pendekaktan yang biasa dilakukan berkenanan dengan hal ini, yakni berdasarkan preferensi pengguna dah juga berdasarkan perilaku pengguna. Preferendi pengguna berarti, pengguna menyaktakan sendiri apa yang mereka inginkan dari sistem, misalnya, pilihan warna yang lebih disukai, bentuk tampilan yang lebih sesuai atau kelompok data yang paling mereka butuhkan dari situs yang bersangkutan.

Adapun yang berdasarkan perilaku pengguna berarti, sistem akanmencoba mencari pola kunjungan visitorm, lalu menyusun semaca profil perilaku tentang visitor. Informasi tenrtang pola perilaku ini kemudian akan dijadikan bahan pertimbangan bagi sistem dalam menyajikan informasi-informasi yang relevan dan mungkin dibutuhkan oleh visitor pada kunjungan berikutnya. Misalnya visitor yang sekring mengakses artikel belajar kelompok atau ekstra kulikurer berdasarkan perilaku kunjugan tersebutm, sistem dapat menyesuaikan content yang perlu ditonjolkan bagi visitor yang bersangkutan, yakni yang berkaitan dengan masalah belajar kelompok dan ekstra kulikurer


 

Mengenal CMS

Posted In: , . By abudiyono

Sebelumnya mungkin ini terlalu resmi definisinya, karena saya copas dari TA saya, jadi ya terima saja kalo bahasanya tertalu akademis, biar ngak ngetik ulang... :) Content Management System (CMS) sebagai software yang digunakan untuk mengambah dan atau mengelola content dari website. [webopedia.intenet.com]
CMS adalah suatu sistem yang digunakan untuk mengelola dan memfasilitasi proses pembuatan, pembaharuan, dan publikasi content secara bersama (colaboration content management). Content mengacu pada informasi dalam bentuk teks, grafik, gambar, maupun dalam format-format lain yang perlu dikelola dengan tujuang memudahkan pembuatan, pembaharuan, distribusi, pencarian, analisis, dan meningkatkan fleksibilitas untuk ditramformasikan dalam bentuk lain. Terminologi CMS sendiri cukup luas, diantararanya mencakup software aplikasi, database, arsip, workflow, dan alat bantu lain yang dapat dikelola sebagai bagian dari mekanisme jaringan informasi suatu perusahaan maupun global. [Teguh Widodo]

Jadi, Content Management System (CMS) adalah sebuah sistem yang dapat membuat, mengatur, medestribusikan, mempublikasikan dan menjaga informasi perusahaan atau institusi, dimana admin tidak harus mengetahui tag HTML untuk menjalankanya. Secara umum, arsitektur CMS digambarkan seperti gambar di bawah.

CMS biasanya dibikin global, artinya CMS dibikin untuk portal yang mengelola content, tapi dalam perkembanganya CMS sekarang sudah banyak yang spesifik membidik bidang-bidang tertentu seperti osCommerse yang ditujukan untuk jual beli online, Moodle, aTurot yang ditujukan untuk pembelajaran dan masih banyak contoh yang lain. bahkan sekrang CMS umum seperti Joomla, PostNuke mempunyai komponen tambahan untuk fungusi yang khusus, seperti komponen toko online, pendidikan dan masih banyak lagi. detailnya semoga bisa kita bahas pada masing-masing CMS tersebut sabaar aja ya. dan enaknya semua tinggal klak-klik BOMM terintal deh.so hari gini ngak ada alasan untuk tidak punya website atau blog.

 

Syllabus Basic PHP

Posted In: , , , . By abudiyono

Training Bascic PHP Security Web Development diadakan
sebanyak 4 kali petemuan dengan terlebih dahulu
melakukan
registrasi untuk manjadi peserta traning ini.

diharapkan dari syllabus ini peserta akan mendapat
gambaran sehingga bisa lebih optimal dalam training.


target :

  • Mengenal Pemrograman PHP dari awal
  • Mengetahui dari A-Z mengenai web development dengan PHP
  • Persiapan PHP Certification bagi yang sudah mahir PHP

berikut syllabus Basic PHP

1. PHP Basic
- Syntax
- Data Types
- variables
- Constants
- Operators
- Control Structures
- Error Management

2. Functions
- Basic Syntax
- Returning Values
- Variable Scope

3. Arrays
- Basics
- Operations
- Iteration
- Sorting Array

4. String and Patterns
- Basics
- Comparing, searching and Replacing string
- Formating
- Regular Expression

5. Web Programming
- Forms and URLs
- HTTP Headers
- Sessions

6. Object Oriented Programming (OOP) in PHP
- OOP Fundamentals
- Class Method and Properties
- Constants
- Interfaces
- Exceptions

7. Database Programming
- Relational Databases and SQL
- SQL Joins

8. XML and Web Services
- SimpleXML
- DOM
- Web Services

9. Stream and Network Programming
- Accessing Files
- Accessing Network Resources

10. Security
- Concepts & Practices
- Website Security basic
- Database Security
- Session Security
- Filesystem security
- Shared Hosting